Langsung ke konten utama

Konsep Kesehatan Mental

A. Pengaruh Budaya Terhadap Konsep Sehat dan Sakit serta Implikasinya terhadap Perilaku
1. Arti Sehat
Menurut Freund (1991) ,berdasarkan kutipan the International Dictionary of Medicine and Biology ,kesehatan merupakan suatu kondisi yg dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagiannya ,yg dicirikan oleh fungsi yg normal dan tidak adanya penyakit ,juga hingga pada kesimpulan mengenai kesehatan sebagai suatu keadaan tidak adanya penyakit sebagai salah satu ciri kalau organisme disebut sehat.

2. Pengaruh Budaya terhadap Konsep Kesehatan
Pengaruh budaya juga merupakan penentu konsep kesehatan.Hal tersebut mengacu pada pengertian kesehatan yg dibuat oleh WHO ,yaitu kesehatan yakni keadaan (status) sehat utuh secara fisik ,mental (rohani) dan sosial ,dan bukan hanya suatu keadaan yg bebas dari penyakit ,cacat ,dan kelemahan.pengertian itu berdampak kebijakan di bidang kesehatan mengalami perubahan.
Berbagai technologi modern ditemukan sehingga aneka macam macam penyakit dan gangguan lainnya bisa diatasi.Saat ini usaha-usaha itu mengalami pergeseran.Upaya kesehatan dikala ini mengacu kepada perjuangan pencegahan terhadap kemungkinan menurunnya kualitas hidup individu sehingga situasi sehat bisa dijaga sedemikian rupa dan penyakit tidak hingga dialami oleh individu.Bidang-bidang gres mulai bermunculan ,seperti sosiologi kesehatan , antropologi kesehatan ,psikologi kesehatan ,dan masih banyak lagi yang lainnya.Perhatian mengenai kesehatan dalam kaitannya dengan keanekaragaman budaya juga menjadi salah satu bidang kajian yg diminati oleh psikologi lintas budaya (Berry , 1999).

3. Model-model Kesehatan Barat dan Timur
Model-model kesehatan terlihat karena banyaknya asumsi mengenai kesehatan ,seperti halnya model kesehatan dari Barat dan Timur.Akan tetapi ,dalam sebagian model itu terdapat variasi yg disebabkan karena adanya perbedaan budaya di antara sebagian model tersebut .
Model Biomedis (Freund ,1991) mempunyai 5 asumsi.Pertama ,terdapat perbedaan yg nyata antara badan dan jiwa sehingga penyakit diyakini berada pada suatu episode badan tertentu. Kedua ,penyakit dapat direduksi pada masalah fungsi badan ,baik secara biokimia atau neurofisiologis.Ketiga ,setiap penyakit disebabkan oleh suatu distributor khusus yg berpotensi dapat diidentifikasi.Keempat ,melihat badan sebagai suatu mesin.Kelima , ktubuh yakni objel yg perlu diatur dan dikontrol.
Model Psikiatris ,merupakan model yg berkaitan dengan model biomedis.Model ini masih mendasarkan diri pada pencarian bukti-bukti fisik dari suatu oenyakit dan penggunaan treatmen fisik obat-obatan atau pembedahan utk mengoreksi abnormalitas.
Model Psikosomatis (Tamm ,1993) , merupakan model yg terlihat karena adanya ketidakpuasan terhadap model biomedis.Model ini menyatakan bahwa tidak ada penyakit somatik yg tanpa disebabkan oleh antesenden emosional dan atau sosial.Sebaliknya tidak ada penyakit psikis yg tidak disertai oleh simtom-simtom somatik.


4. Pemahaman Tentang Penyakit
Istilah penyakit terbagi ke dalam dua istilah ,yaitu Illness dan Disease.Kata Illness digunakan utk menyatakan apa yg dirasakan oleh pasien ketika beliau datang ke dokter.Sedangkan kata Disease utk menyatakan apa yg dibawa pasien ke rumah sakit dari ruangan dokter.Dengan demikian penyakit “Disease” yakni sesuatu yg dimiliki organ ,sedangkan “Illness” yakni sesuatu yg dimiliki insan ,yaitu respons subjektif pasien dan segala sesuatu yg meliputinya.

5. Implikasi Perbedaan Konsep Kesehatan dan Penyakit terhadap Perilaku
Istilah-istilah yg digunakan dalam dunia kesehatan :
Diagnosis ,gangguan yang sama dan bisa dilaporkan dengan gejala yg berbeda.
Treatmen ,pengobatan sistem Barat bertumpu pada pertolongan obat antibiotik atau pembedahan pada bebrapa episode badan yg sakit.
Plasebo ,pada pengobatan Barat mempunyai konotasi yg negatif sehingga sering kali dicoba utk dihilangkan atau diminimalkan pengaruhnya oleh dunia kedokteran Barat.
Relasi dokter-pasien ,pada sistem pengobatan Barat bercirikan mekanistik , impersonal , dan reduksionistik.Dokter mengambil sikap lebih tahu dari pasien , superior serta keputusan. Sementara pasien mengambil sikap pasif serta dikehendaki menuruti apa yg dimaui dokter.

Ciri-ciri Tingkah Laku Sehat dan Normal
Adapun ciri-ciri individu yg normal atau sehat (Warga ,1983) pada umumnya sebagai berikut :
1. Bertingkah laku menurut bebrapa norma sosial yg diakui
5. Dapat mengenali resiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan utk menuntun tingkah lakunya
6. Bisa menunda harapan sesaat utk mencapai tujuan jangka panjang
2. Mampu mengolah emosi
3. Mampu mengaktualkan potensi-potensi yg dimiliki
4. Dapat mengikuti bebrapa kebiasaan sosial
7. Dapat mencar ilmu dari pengalaman

Syarat-syarat yg Diperlukan dalam Pembangunan Mental
Di antara syarat-syarat terpenting dalam pembangunan mental yakni :
a. Pendidikan.
Pendidikan yg dimulai dari rumah tangga ,dilanjutkan di sekolah ,dan juga dalam masyarakat.Pembangunan mental ,mulai semenjak anak lahir ,di mana semua pengalaman yg dilaluinya mulai lahir ,sampai mencapai usia remaja (21 tahun) ,menjadi materi dalam pembinaan mentalnya. Maka syarat-syarat yg diharapkan ,dalam pendidikan baik di rumah , sekolah maupun masyarakat ialah bebrapa kebutuhan pokoknya harus terjamin ,baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan psikis dan sosial.Di mana harus terjamin makan minum yg cukup memenuhi syarat kesehatan untuk pertumbuhannya di rumah ,sekolah dan masyarakat , maka belum dewasa itu harus :
1) Merasa disayangi oleh ibu-bapak , guru , dan kawan-kawannya. Anak yg merasa kurang disayangi , atau kurang diperhatikan kepentingan dan kebutuhannya , akan merasa hidup menderita. Apabila ia merasa tidak disayangi , terutama waktu kecil ia tidak akan pernah merasa kasih sayang kepada orang lain dan tidak akan mencicipi kesayangan orang kepadanya di kemudian hari , ia akan cenderung kepada perasaan duka , murung , menyendiri dan benci kepada masyarakat atau orang di sekitarnya. Emosinya mungkin tidak matang.
2) Merasa aman , tentram , di mana ia tidak sering dimarahi , dihina , diperlakukan tidak adil , diancam , orang-orang yg berkuasa di sekelilingnya tidak sering bertengkar , kebutuhannya yg pokok terpenuhi (keadaan ekonomi yg sangat kurang ikut menghipnotis mental anak apabila ia berada dalam kelompok orang-orang yg mampu) dan lain-lain , yg menyebabkannya tidak aman.
3) Merasa bahwa ia dihargai , misalnya kalau ia berbicara atau menanyakan didengar dan dijawab seperlunya , kalau ia bersalah , ditegur atau dimarahi tidak di hadapan kawan-kawannya , ia tidak merasa diejek , diremehkan , dibandingkan dengan yang lain , dan sebagainya.
4) Merasa bebas , tidak terlalu diikat oleh sebagian peraturan dan disiplin yg terlalu keras , ia bebas memilih sahabat (dalam batas yang tidak merusak) , bebas memilih pakaian yg disukainya (dalam batas yg tidak melanggar susila) , dan bebas membelanjakan uang jajannya , dan sebagainya.
5) Merasa sukses , semenjak kecil orangtua harus mendidik dan mengajar anak sesuai dengan kemampuan bakat dan pertumbuhannya , jangan hingga anak merasa bahwa terlalu jauh yang harus dijangkaunya , atau terlalu berat yang harus diusahakannya. Dikarenakan kalau anak merasa tidak bisa melakukan sesuatu yg diharapkan darinya , ia akan merasa gagal. Kegagalan-kegagalan itu akan membawa pada tekanan jiwa dan mengakibatkan frustasi , yg alhasil bisa saja menyebabkan hilangnya kepercayaan kepada diri sendiri.
6) Kebutuhannya utk mengetahui harus dapat terpenuhi , pertanyaannya dijawab , kepadanya diberi kesempatan untuk dapat mengenal sesuatu yg diinginkannya.
b. Pembinaan Moral
Pembinaan moral harus dilakukan semenjak kecil , sesuai dengan umurnya. Karena setiap anak dilahirkan belum mengerti mana yg benar mana yg salah dan belum tahu batas-batas atau bebrapa ketentuan moral yg berlaku dalam lingkungannya. Pendidikan moral harus dilakukan pada permulaan di rumah dengan latihan terhadap bebrapa tindakan yg dipandang baik menurut ukuran-ukuran lingkungan kawasan ia hidup. Setelah anak terbiasa bertindak sesuai dengan yg dikehendaki oleh sebagian aturan moral , serta kecerdasan dalam kematangan berfikir telah terjadi , barulah pengertian-pengertian yg absurd diajarkan.
Pendidikan moral yg paling baik terdapat dalam agama. Maka pendidikan agama yang mengandung nilai-nilai moral , perlu dilaksanakan semenjak anak lahir (di rumah) , hingga duduk di dingklik sekolah dan dalam lingkungan masyarakat kawasan ia hidup.
c. Pembinaan Jiwa Taqwa
Jika menginginkan belum dewasa dan generasi yang akan datang hidup bahagia , gotong royong , jujur , benar dan adil , maka mau tidak mau , penanaman jiwa taqwa perlu semenjak kecil. Karena kepribadian (mental) yang unsur-unsurnya terdiri dari antara lain keyakinan beragama , maka dengan sendirinya keyakinan itu akan dapat mengendalikan kelakuan , tindakan dan sikap dalam hidup. Karena mental sehat yg penuh dengan keyakinan beragama itulah yang menjadi polisi , pengawas dari segala tindakan.
Jika setiap orang mempunyai keyakinan beragama , dan menjalankan agama dengan sungguh-sungguh , tidak perlu ada polisi dalam masyarakat karena setiap orang tidak mau melanggar larangan-larangan agama karena merasa bahwa Allah Maha Melihat dan selanjutnya masyarakat adil makmur akan tercipta , karena semua potensi insan (man power) dapat digunakan serta dikerahkan untuk dirinya sendiri.
Pembangunan mental tak mungkin tanpa menanamkan jiwa agama pada tiap-tiap orang. Karena agamalah yg memperlihatkan nilai-nilai yg dipatuhi dengan suka rela , tanpa adanya paksaan dari luar atau polisi yg mengawasi atau mengontrolnya. Karena setiap kali terpikir atau tertarik hatinya kepada hal-hal yg tidak dibenarkan oleh agamanya , taqwanya akan menjaga dan menahan dirinya dari kemungkinan jatuh kepada perbuatan-perbuatan yg kurang baik itu.
Baca Juga: Bahaya Mengonsumsi Daging Merah
Mental yg sehat ialah yg kepercayaan dan taqwa kepada Allah , dan mental yg beginilah yg akan membawa perbaikan hidup dalam masyarakat dan bangsa.
Taqwa dan kepercayaan sama pentingnya dalam kesehatan mental , fungsi kepercayaan dalam kesehatan mental yakni menciptakan rasa aman tentram , yg ditanamkan semenjak kecil. Obyek keimanan yg tidak akan berubah manfaatnya dan ditentukan oleh agama. Dalam agama Islam , terkenal enam macam pokok keimanan (arkanul iman). Semuanya mempunyai fungsi yg menetukan dalam kesehatan mental seseorang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Latihan yoga membantu meringankan sakit punggung

Latihan yoga membantu meringankan sakit punggung Latihan yoga membantu meringankan sakit punggung – Hari inia dmin mustahabbah akan menawarkan tips kesehatan ,nyeri punggung yaitu penyakit umum dari pekerja kantor. Tapi Anda benar-benar dapat memperbaiki dengan meluangkan sedikit waktu di daerah kerja pada siang hari utk mengatur yoga berikut pose utk meningkatkan kesehatan anda. 6 berikut postur yoga utk membantu Anda meredakan sakit punggung ,pembatasan berulang karena duduk sepanjang hari ,utk meningkatkan fleksibilitas tulang belakang.Postur yg mencakup Jathara Parivartanasana (rotasi perut) ,Upavista Konasana (split duduk ,membungkuk) ,Paschimottanasana (duduk membungkuk ke depan) ,Marichyasana (duduk sentuhan) ,Bhujangasana (cobra) dan Shavasana (mayat). Berikut yaitu cara utk melaksanakan yoga buat Anda utk hanya memiliki fleksibilitas lentur badan , hanya tidak perlu khawatir perihal nyeri punggung yg disebabkan oleh duduk lama. ...

Tanda dan Gejala Hipertensi

HIPERTENSI (DARAH TINGGI) ,Gejala hipotensi ,Pencegahan hipertensi ,Penyebab hipertensi ,Pengobatan hipertensi ,Cara mengobati hipertensi ,Gejala darah tinggi di usia muda ,Pengertian hipertensi Pendahuluan Darah tinggi atau hipertensi berarti tekanan yang lebih tinggi dari normal di pembuluh darah arteri. Pembuluh darah arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah yang mengandung udara dan nutrisi dari jantung ke seluruh organ dan jaringan tubuh. Tekanan darah yang tinggi bukan berarti tingkat emosi yang tinggi , walaupun seseorang yang tidak dapat mengendalikan emosinya dengan baik mudah memiliki kecenderungan untuk mengalami hal ini. Nilai dalam tekanan darah berupa : sistolik (angka pertama) memiliki arti tekanan jantung ketika memompa darah keseluruh badan , diastolik (angka kedua) memiliki arti tekanan yang dialami pembuluh darah sesudah jantung memompa. Contoh : 120  sistolik dengan satuan milimeter air raksa (mmHg) 80 ...

Sehat Menurut WHO

Pengertian Sehat Menurut WHO-Sehat yaitu kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya. Sehat berafiliasi dengan hukum alam yang mengatur badan , jiwa , dan lingkungan berupa udara segar , sinar matahari , diet seimbang , bekerja , istirahat , tidur , kalem , kebersihan serta pikiran , kebiasaan dan gaya hidup yang baik. Selama beberapa dekade , pengertian sehat masih dipertentangkan para hebat dan belum ada kata sepakat dari para hebat kesehatan maupun tokoh masyarakat dunia. Akhirnya World Health Organization (WHO) membuat defenisi universal yang menyatakan bahwa pengertian sehat yaitu suatu keadaan kondisi fisik , mental , dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. WHO (World Health Organization) Pengertian sehat menurut WHO yaitu "Health is a state of complete physical , mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity"....