Langsung ke konten utama

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Penanganannya

Berikut ini kami ingin menyebarkan berita ihwal DEMAM BERDARAH DENGUE ,Pengobatan demam berdarah ,Demam berdarah pada anak ,Bintik demam berdarah ,Fase demam berdarah ,Pencegahan demam berdarah ,Penyebab dbd ,Demam berdarah dengue pdf ,Makalah demam berdarah ,Semoga bermanfaat.

PENDAHULUAN

Demam dengue / Dengue fever / DF dan demam berdarah dengue / DBD / dengue haemorrhagic fever / DHF , yaitu penyakit bisul yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam , nyeri otot , dan atau nyeri sendi yang disertai penurunan dari sel darah putih , adanya bercak kemerahan di kulit , pembesaran kelenjar getah bening , penurunan jumlah trombosit dan kondisi terberat yaitu perdarahan dari hampir seluruh jaringan tubuh.

ETIOLOGI

DF dan DHF disebabkan oleh virus dengue , merupakan virus dari genus Flavivirus , yang memiliki beberapa jenis yaitu DEN-1 hingga DEN-4 , dan di Indonesia palng banyak yaitu virus DEN-3. Infeksi virus dengue ini dapat terjadi reaksi silang dengan virus lain menyerupai virus yellow fever , japanese enchepalitis dan west nile virus , yang akan memperberat gejala dari bisul virus ini sendiri.

EPIDEMOLOGI

Demam berdarah dengue tersebar di wilayah Asia tenggara , Pasifik barat dan Karibia. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Angka kejadian DBD di Indonesia antara 6 hingga 15 oer 100.000 penduduk dan terus menurun hingga 2% pada tahun 1999.

Penularan bisul virus dengue tejradi melalui vektor nyamuk genus Aedes (terutama A. aegypti dan A. albopictus). Peningkatan kasus setiap tahunnya bekerjasama dnegan sanitasi lingkungan dengan tersedianya daerah perindukan bagi nyamuk betina yaitu ember yang berisi air jernih (bak mandi , kaleng bekas dan daerah penampungan air).

Beberapa faktor diketahui berkaitan dengan peningkatan transmisi virus dengue yaitu 1) vektor (nyamuk) , terutama bekerjasama dengan sanitasi lingkungan , 2) Penjamu (manusia) terdapatnya penderita dilingkungan , 3) Lingkungan : curah hujan , suhu , sanitasi dan kepadatan penduduk.

PATOGENESIS

Terdapat bukti berpengaruh bahwa mekanisme imunopatologis berperan dalam terjadinya demam berdarah dengue dan demam dengue. Respon imun yang diketahui dalam patogenesis DBD yaitu : a) respon humoral berupa pembentukan antibodi yang berperan dalam proses penghancuran virus , b) respon imun seluler , yang berperan terhadap penghancuran dari sel yang mengandung virus , c) Sel imunologis pertahanan awal , d) komplemen.

Pendapat lain menyatakan bahwa seseorang dapat terkena terkena demam berdarah apabila terinfeksi ulang oleh virus dengue dengan tipe yang berbeda.

Dari banyak sekali teori ini dapat disimpulkan bahwa penularan virus demam berdarah ini selain dipengaruhi oleh faktor nyamuk dan ada tidak nya penderita di lingkungan sekitar juga tidak kalah penting yaitu daya tahan badan sendiri , apabila daya tahan badan kita baik maka virus yang masuk ke dalam badan dapat di hancurkan sehingga tidak terjadi penyebaran dan menyebabkan gejala kelainan pada tubuh.

Trombositopenia pada infkesi dengue terjadi melalui mekanisme : 1) penurunan fungsi pembentuk sel-sel darah di sumsum tulang , 2) penghancuran dan penurunan fungsi dari trombosit.

Kondisi yang paling berbahaya pada proses penyakit ini yaitu perdarahan pada hampir seluruh tubuh. Hal ini disebabkan akhir virus yang menginfeksi endotel dan menyebabkan gangguan fungsi dari endotel , sehingga pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik dan menyebabkan kebocoran darah. Apabila kebocoran ini terjadi pada pembuluh darah kulit akan tampak bercak-bercak kemerahan pada kulit , apabila terjadi pada jalan masuk pencernaan akan menyebabkan perdarahan yang terus menerus , kondisi ini dapat terjadi pada organ-organ lain menyerupai hidung , mata dan otak.

PERJALANAN PENYAKIT

Manifestasi dari penyakit ini dapat berupa gejala demam yang tidak khas , demam dengue , atau demam berdarah dengue , dan kondisi terberat yaitu demam berdarah dengue dengan syok.

Masa inkubasi dalam badan insan sekitar 4 – 6 hari (rentang 3 – 14 hari) timbul gejala awal menyerupai : nyeri kepala , nyeri tulang belakang dan perasaan lelah.

Demam dengue

Merupakan penyakit demam akut selama 2 – 7 hari. Ditandai dengan dua atau lebih manifestasi klinis sebagai berikut :

• Nyeri kepala

• Nyeri retro-orbital

• Mialgia / atralgia

• Ruam kulit

• Tanda-tanda perdarahan (petekie atau uji bendung positif)

• Penurunan jumlah sel darah putih

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Berdasarkan kriteria WHO 1997 diagnosis DBD ditegakan kalau semua hal di bawah ini :

• Demam atau riwayat demam akut , antara 2 – 7 hari

• Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut :

- Uji bendung positif

- Petekie (bintik-bintik kemerahan di lipat tangan atau kaki) , ekimosis (kemerahan pada kulit dengan batas tidak tegas) atau purpura (kemerahan atau ungu pada kulit yang tidak hilang pada tekanan)

Purpura Petekie
  • Perdarahan mukosa (tersering epitaksis atau perdarahan gusi) , atau perdarahan dari daerah lain
  • BAB berdarah atau BAB hitam
  • Trombositopenia ( trombosit < 100.000 / ul ) • Terdatap tanda-tanda kebocoran plasma (minimal satu ) : - Peningkatan Ht >20% dibandingkan standar sesuai dengan umur dan jenis kelamin.
  • Penurunan Ht > 20% setelah mendapat terapi cairan , dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya.
  • Tanda kebocoran plasma menyerupai : efusi pleura , asites atau hipoproteinemia

Sindroma Syok Dengue (SSD)

Seluruh kriteria diatas ditandai dengan DBD disertai kegagalan sirkulasi dengan manifestasi nadi yang cepat dan lemah , tekanan darah turun (< 20 mmHg) , hipotensi dibandingkan standar sesuai umur , kulit hambar dan lembab serta gelisah. LABORATORIUM Pemeriksaan rutin dapat dilakukan berupa pemeriksaan : haemoglobin , haematokrit , leukosit , dan trombosit. Pemeriksaan antibodi yang lebih spesifik yaitu IgG dan IgM dengue. • Trombosit : umumnya terdapat penurunan pada hari ke 3 – 8. Angka trombosit kurang dari 100.000 merupakan indikasi untuk perawatan. • Hematokrit : kebocoran plasma menyebabkan pengentalan dari darah , ditentukan dengan peningkatan kadar hematokrit yaitu > 20% yang biasanya terjadi pada hari ke 3.

• Faktor pembekuan darah (PT , aPTT) : akan meningkat apabila di curigai sudah terjadi fase perdarahan.

• Ureum/kreatinin : merupakan pemeriksaan fungsi ginjal , dapat terjadi peningkatan akhir perdarahan yang jago tanpa terapi yang adekuat.

• Elektrolit : melihat kekurangan cairan dalam badan akhir demam yang berkepanjangan dan asupan cairan yang kurang.

• Golongan darah : apabila dibutuhkan tambahan darah akhir pendarahan yang cukup banyak.

• IgM : terdeteik setelah hari ke 3 – 5 , meningkat hingga ahad ke-3 dan menghilang setelah hari ke 60-90.

• IgG : pada bisul primer terdeteksi pada hari ke 14 , sedangkan bisul sekunder terdeteksi pada hari ke 2.

PENATALAKSANAAN

Seseorang yang dicurigai terkena demam berdarah dengue harus segera memeriksakan diri ke dokter. Selama proses sebelum pemeriksaan dapat dilakukan :
  • Perbaikan cairan badan : minum dalam jumlah yang banyak terutama cairan pengganti elektrolit.
  • Kebutuhan cairan dianggap cukup pada orang cukup umur apabila rasa haus telah hilang , air seni berwarna kuning jernih , jumlah air seni minimal 0 ,5 cc/kgBB/jam. Pada bayi kekurangan cairan ditandai dengan ubun-ubun cekung , air mata sedikit , mukosa bibir kering , air seni kurang dari 1 cc / kgBB / jam.
  • Istirahat cukup.
  • Makan-makanan lunak dan tidak mengandung lemak , supaya tidak cepat mual.
  • Kompres air hangat untuk mengurangi rasa demam.
  • Periksa laboratorium sesuai petunjuk dari petugas kesehatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Latihan yoga membantu meringankan sakit punggung

Latihan yoga membantu meringankan sakit punggung Latihan yoga membantu meringankan sakit punggung – Hari inia dmin mustahabbah akan menawarkan tips kesehatan ,nyeri punggung yaitu penyakit umum dari pekerja kantor. Tapi Anda benar-benar dapat memperbaiki dengan meluangkan sedikit waktu di daerah kerja pada siang hari utk mengatur yoga berikut pose utk meningkatkan kesehatan anda. 6 berikut postur yoga utk membantu Anda meredakan sakit punggung ,pembatasan berulang karena duduk sepanjang hari ,utk meningkatkan fleksibilitas tulang belakang.Postur yg mencakup Jathara Parivartanasana (rotasi perut) ,Upavista Konasana (split duduk ,membungkuk) ,Paschimottanasana (duduk membungkuk ke depan) ,Marichyasana (duduk sentuhan) ,Bhujangasana (cobra) dan Shavasana (mayat). Berikut yaitu cara utk melaksanakan yoga buat Anda utk hanya memiliki fleksibilitas lentur badan , hanya tidak perlu khawatir perihal nyeri punggung yg disebabkan oleh duduk lama. ...

Tanda dan Gejala Hipertensi

HIPERTENSI (DARAH TINGGI) ,Gejala hipotensi ,Pencegahan hipertensi ,Penyebab hipertensi ,Pengobatan hipertensi ,Cara mengobati hipertensi ,Gejala darah tinggi di usia muda ,Pengertian hipertensi Pendahuluan Darah tinggi atau hipertensi berarti tekanan yang lebih tinggi dari normal di pembuluh darah arteri. Pembuluh darah arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah yang mengandung udara dan nutrisi dari jantung ke seluruh organ dan jaringan tubuh. Tekanan darah yang tinggi bukan berarti tingkat emosi yang tinggi , walaupun seseorang yang tidak dapat mengendalikan emosinya dengan baik mudah memiliki kecenderungan untuk mengalami hal ini. Nilai dalam tekanan darah berupa : sistolik (angka pertama) memiliki arti tekanan jantung ketika memompa darah keseluruh badan , diastolik (angka kedua) memiliki arti tekanan yang dialami pembuluh darah sesudah jantung memompa. Contoh : 120  sistolik dengan satuan milimeter air raksa (mmHg) 80 ...

Sehat Menurut WHO

Pengertian Sehat Menurut WHO-Sehat yaitu kondisi normal seseorang yang merupakan hak hidupnya. Sehat berafiliasi dengan hukum alam yang mengatur badan , jiwa , dan lingkungan berupa udara segar , sinar matahari , diet seimbang , bekerja , istirahat , tidur , kalem , kebersihan serta pikiran , kebiasaan dan gaya hidup yang baik. Selama beberapa dekade , pengertian sehat masih dipertentangkan para hebat dan belum ada kata sepakat dari para hebat kesehatan maupun tokoh masyarakat dunia. Akhirnya World Health Organization (WHO) membuat defenisi universal yang menyatakan bahwa pengertian sehat yaitu suatu keadaan kondisi fisik , mental , dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. WHO (World Health Organization) Pengertian sehat menurut WHO yaitu "Health is a state of complete physical , mental and social well-being and not merely the absence of diseases or infirmity"....